PENGERTIAN PEMBANGUNAN
Pengembangan masyarakat adalah merupakan sebuah Proses pembangunan dan pembelajaran kepada masyarakat agar mereka dapat secara mandiri melakukan upaya-upaya perbaikan kualitas kehidupannya baik yang menyangkut tentang kesejahteraan dan keselamatannya di dunia..
“pengembangan” Secara singkat, pengembangan atau pembangunan merupakan usaha bersama dan terencana untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Bidang-bidang pembangunan biasanya meliputi beberapa sektor, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sosial-budaya’’.
Masyarakat dapat diartikan dalam dua konsep, yaitu (Mayo, 1998:162):
Masyarakat sebagai sebuah “tempat bersama”, yakni sebuah wilayah geografi yang sama. Sebagai contoh, sebuah rukun tetangga, perumahan di daerah perkotaan atau sebuah kampung di wilayah pedesaan.
Masyarakat sebagai “kepentingan bersama”, yakni kesamaan kepentingan berdasarkan kebudayaan dan identitas. Sebagai contoh, kepentingan bersama pada masyarakat etnis minoritas atau kepentingan bersama berdasarkan identifikasi kebutuhan tertentu seperti halnya pada kasus para orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus (anak cacat phisik) atau bekas para pengguna pelayanan kesehatan mental.
PM dapat didefinisikan sebagai metoda yang memungkinkan orang dapat meningkatkan kualitas hidupnya serta mampu memperbesar pengaruhnya terhadap proses-proses yang mempengaruhi kehidupannya (AMA, 1993).
Secara khusus PM berkenaan dengan upaya pemenuhan kebutuhan orang-orang yang tidak beruntung atau tertindas, baik yang disebabkan oleh kemiskinan maupun oleh diskriminasi berdasarkan kelas sosial, suku, jender, jenis kelamin, usia, dan kecacatan.
Community Development
Menurut Winarni dalam Sulistiyani (2004:79), inti dari pemberdayaan ada tiga hal, yaitu pengembangan (enabling), memperkuat potensi atau daya (empowering), dan terciptanya kemandirian. Pada hakikatnya pemberdayaan merupakan penciptaan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat dapat berkembang. Setiap masyarakat pasti memiliki daya, akan tetapi masyarakat tidak menyadari, atau bahkan belum diketahui. Oleh karena itu, daya harus digali, dan kemudian dikembangkan.
__Cook (1994) menyatakan pembangunan masyarakat merupakan konsep yang berkaitan dengan upaya peningkatan atau pengembangan masyarakat menuju kearah yang positif.
__Subejo dan Supriyanto (2004) memaknai pemberdayaan masyarakat sebagai upaya yang disengaja untuk memfasilitasi masyarakat lokal dalam merencanakan, memutuskan dan mengelola sumberdaya lokal yang dimiliki melalui collective action dan networking sehingga pada akhirnya mereka memiliki kemampuan dan kemandirian secara ekonomi, ekologi, dan sosial”.
“Pemberdayaan masyarakat merupakan proses untuk memfasilitasi dan mendorong masyarakat agar mampu menempatkan diri secara proporsional dan menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan lingkungan strategisnya untuk mencapai suatu keberlanjutan dalam jangka panjang”.
Pola pendekatan perencanaan pembangunan yang melibatkan peran serta masyarakat pada umumnya bukan saja sebagai obyek tetapi sekaligus sebagai subyek pembangunan, sehingga nuansa yang dikembangkan dalam perencanaan pembangunan benar-benar dari bawah (bottom-up approach). Nampaknya mudah dan indah kedengarannya, tetapi jelas tidak mudah implementasinya karena banyak factor yang perlu dipertimbangkan, termasuk bagaimana sosialisasi konsep itu di tengah-tengah masyarakat.
Pembangunan partisipasi adalah perencanaan yang bertujuan melibatkan kepentingan rakyat dan dalam prosesnya melibatkan rakyat (baik langsung maupun tidak langsung).
Urbanisasi dan masyarakat kota
Sabtu, 14 Januari 2012
Minggu, 10 April 2011
urbanisasi dan masyarakat kota
PENDAHULUAN
Yang menjadi Pendorong terjadinya proses urbanisasi sebenarnya adalah kaum urban berusaha untuk meningkatkan taraf hidup mereka yang dikarenakan mereka berfikir hidup di kota relative lebih tinggi dibandingkan hidup di desa. karena di kota terdapat banyaknya pusat-pusat industri serta perdagangan, Sehingga kesempatan mendapatkan pekerjaan lebih tinggi dan mudah.
Selain dari meningkatkan taraf hidup mereka, pendidikan pun menjadi factor penting yang mengakibatkan kaum urban memilih pindah ke kota. Karena pendidikan dikota lebih lengkap dan memadai dan para orang tua ingin memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anaknya.
Untuk mengendalikan arus urbanisasi yang ada, maka salah satu cara yang diperlukan adalah terjalinnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat khususnya di desa, untuk membuat suatu program pembangunan didesa, Khususnya bagi daerah yang memiliki tempat wisata alam. Sehingga, masyarakat desa pun akan merasa mencintai daerahnya dan akan terus mengembangkan kekhasan yang dimiliki daerahnya dan dapat melestarikan kebudayaan yang dimilikinya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian urbanisasi
Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota dan dapat pula di katakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan .
Pengertian lain dari Urbanisasi itu sendiri adalah berpindahnya penduduk dari desa ke kota, pada umumnya mereka bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup mereka dan mengadu nasib dikota.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk, Bedanya Migrasi penduduk lebih bermakna perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara atau tidak menetap. Terutama pada momen pasca lebaran, dimana banyak orang-orang dari desa berbondongbondong ke kota-kota besar dengan tujuan untuk mengadu nasib.
Dewasa ini, urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan.
Faktor penarik terjadinya Urbanisasi
1. Kota memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik
2. Penghasilan di kota lebih tinggi
3. Kehidupan di kota lebih modern dan menarik
4. Terdapat banyaknya hiburan di kota dibandingkan di desa
5. Di kota Pendidikan & Fasilitasnya lebih baik dari pada di desa.
Faktor Pendorong terjadinya Urbanisasi
1. Sempitnya lahan pekerjaan di desa
2. Lingkungan desa yang bersifat kaku
3. Ingin mencoba mengadu nasib di kota
5. Ingin mendapatkan pendidikan yang lebih lengkap dan memadai.
Dengan demikian dapat di lihat faktor utama yang menjadi pendorong dan penarik terjadinya proses Urbanisasi adalah faktor Ekonomi. Selain itu kurang meratanya pembangunan dan lapangan pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintah sehingga membuat masyarakat desa sulit untuk memenuhi keperluan sehari-harinya.
a.Dampak positif Urbanisasi
1. Urbanisasi dapat meningkatkan kemampuan seseorang (skill) karena mereka dituntut untuk memiliki multitalented.
2. Tenaga kerja yang dibutuhkan dapat terpenuhi, dimana banyak industri, perdagangan dan lain-lain yang membutuhkan tenaga kerja, dan dengan adanya urbanisasi maka kebutuhan tenaga kerja teratasi.
3. Dengan adanya urbanisasi dapat meningkatkan taraf hidup seseorang, karena mereka dapat hidup yang lebih baik dengan sarana dan prasarana yang mendukung di kota besar.
b.Dampak Negatif Urbanisasi
1. Tidak sedikitnya penduduk yang melakukan urbanisasi datang hanya untuk mengadu nasib, sehingga mereka tidak memiliki modal kemampuan (skill) yang dibutuhkan karena mereka hanya bermodalkan tekad yang kuat. Sehingga dapat meningkatkan jumlah pengangguran serta kemiskinan.
2. Banyaknya jumlah yang melakukan urbanisasi sehingga tidakter kontrolnya sarana dan prasarana yang tersedia. Dampaknya adalah tidak adanya tempat tinggal yang memadai.
3. Banyaknya jumlah urbanisasi mengakibatkan jumlah penduduk di desa semakin menipis. Sehingga, banyak lahan kosong yang tidak dimanfaatkan karena tenaga kerja yang ada lebih memilih untuk pergi ke kota.
4. Masih berhubungan dengan jumlah pengangguran yang semakin meningkat, dapat mengakibatkan kesejahteraan masyarakat pun semakin berkurang. Karena mereka tidak memiliki pendapatan yang tetap sedangkan kebutuhan hidup terutama di kota besar sangat besar pula.
5. Karena terjepit masalah pendapatan bagi mereka yang pengangguran, kebanyakan dari mereka pun memilih untuk menjadi pengamen ataupun pengemis dijalanan. Hal ini dapat membuat petugas keamanan menjadi kewalahan menghadapi mereka.
6. Kehidupan di kota besar yang keras apabila dibandingkan dengan kehidupan di desa, membuat para urban yang belum memiliki pengalaman kerap kali salah memilih pergaulan, tidak sedikit bagi mereka yang terjerumus kedalam dunia malam, mengenal obat-obatan terlarang dan menjadi preman maupun tindak kriminal lainnya yang dapat membuat resah penduduk.
Oleh sebab itu masalah urbanisasi bukan merupakan masalah kecil sehingga pemerintah telah mengambil beberapa tindakan-tindakan guna mengatasi masalah penduduk tersebut antara lain :
a. Membuat atau mendirikan Departemen Perumahan.
b. Melatih warga masyarakat yang produktif dan memberikan keterampilan sehingga mereka mampu membuka lapangan usaha sendiri.
c. Mulai mengembangkan kegiatan di bidang agraris misalnya berladang atau menggarap lahan milik orang lain.
d. Mencegah timbulnya urbanisasi dengan cara menaikkan tingkat penghasilan di desa, membuat uasaha-usaha kerajinan yang hasilnya dapat dipasarkan di kota.
e. Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat.
B. Masyarakat Kota
Yang di maksud dengan masyarakat perkotaan ( urban community) adalah masyarakat yang tidak tertentu jumlah penduduknya .
Masyarakat kota merupakan masyarakat yang anggota-anggotanya terdiri dari berbagai lapisan atau tingkatan hidup, pendidikan, dan kebudayaan yang beragam. yang mana menurut seojono soekanto masyarakat ini terwujud karna adanya urbanisasi dari masyarakat desa.
Menurut Max Weber, masyarakat kota adalah masyarakat yang dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal ,
Menurut pendapat Wirth, masyarakat kota adlah suatu pemukiman yang relatif besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang berkedudukan sosial.
Masyarakat kota telah banyak meninggalkan sifat keaslian bangsa, karna di pengaruhi oleh kebudayaan asing, kemajuan teknologi, dan perkembangan zaman. Harus di akui bahwa perkembangan masyarakat perkotaan lebih pesat di banding pedesaan karna sikap hidup dan prinsip pandangan hidupnya lebih praktis tidak bertele-tele, rasional dan tidak terikat pada adat kebiasaan.
Ciri-ciri masyarakat kota:
a. Kehidupan keagamaan berkurang bila di bandingkan masyarakat desa.
b. Orang kota umumnya bisa mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung dengan orang lain.(individualis).
c. Pembagian kerja di antara warga kota juga lebih tegas dan punya batas-batas nyata.
d. Interaksi yang terjadi lebih kepada factor kepentingan dari pada factor pribadi.
e. Lebih mudah menerima dan senang mengikuti perkembangan zaman, sehingga perubahan-perubahan tersebut tampak jelas .
f. Memiliki teknologi yang rasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
g. Memiliki sarana komunikasi yang lengkap .
BAB III
P E N U T U P
a. Kesimpulan
Dari segi sosiologi urbanisasi dapat menimbulkan lapisan-lapisan sosial masyarakat dan juga masalah sosial masyarakat yang akan menambah berbagai corak kehidupan perkotaan.
Faktor penarik terjadinya Urbanisasi
1. Kota memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik
2. Penghasilan di kota lebih tinggi
3. Kehidupan di kota lebih modern dan menarik
4. Terdapat banyaknya hiburan di kota dibandingkan di desa
5. Di kota Pendidikan & Fasilitasnya lebih baik dari pada di desa
Masyarakat kota merupakan masyarakat yang anggota-anggotanya terdiri dari berbagai lapisan atau tingkatan hidup, pendidikan, dan kebudayaan yang beragam. yang mana menurut seojono soekanto masyarakat ini terwujud karna adanya urbanisasi dari masyarakat desa.
b. Saran
Kami menyadari dalam makalah kami terdapat banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mengharapkan masukan-masukan dari dosen Pembimbing dan teman-teman yang bersifat membangun guna kelengkapan dalam makalah yang selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Sutrisno Hadi, Urbanisasi dan Permasalahannya, Jakarta, Rajawali Press 1987
Soejono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar, Ed. Baru 4, Cet. 23. Jakarta: PT. Grafindo Persada 1997.
Drs.M. Cholil Mansyur SH. Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa, Usaha Nasional. Surabaya Indonesia 1986.
Dra. Siti Warida Q. Dkk. Sosiologi 2 untuk smu kelas 3 semester 1 dan 2, Jakarta, Sinar Grafika Offset, Cet ke 2, 2004.
http://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi
Yang menjadi Pendorong terjadinya proses urbanisasi sebenarnya adalah kaum urban berusaha untuk meningkatkan taraf hidup mereka yang dikarenakan mereka berfikir hidup di kota relative lebih tinggi dibandingkan hidup di desa. karena di kota terdapat banyaknya pusat-pusat industri serta perdagangan, Sehingga kesempatan mendapatkan pekerjaan lebih tinggi dan mudah.
Selain dari meningkatkan taraf hidup mereka, pendidikan pun menjadi factor penting yang mengakibatkan kaum urban memilih pindah ke kota. Karena pendidikan dikota lebih lengkap dan memadai dan para orang tua ingin memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anaknya.
Untuk mengendalikan arus urbanisasi yang ada, maka salah satu cara yang diperlukan adalah terjalinnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat khususnya di desa, untuk membuat suatu program pembangunan didesa, Khususnya bagi daerah yang memiliki tempat wisata alam. Sehingga, masyarakat desa pun akan merasa mencintai daerahnya dan akan terus mengembangkan kekhasan yang dimiliki daerahnya dan dapat melestarikan kebudayaan yang dimilikinya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian urbanisasi
Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota dan dapat pula di katakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan .
Pengertian lain dari Urbanisasi itu sendiri adalah berpindahnya penduduk dari desa ke kota, pada umumnya mereka bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup mereka dan mengadu nasib dikota.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk, Bedanya Migrasi penduduk lebih bermakna perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara atau tidak menetap. Terutama pada momen pasca lebaran, dimana banyak orang-orang dari desa berbondongbondong ke kota-kota besar dengan tujuan untuk mengadu nasib.
Dewasa ini, urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan.
Faktor penarik terjadinya Urbanisasi
1. Kota memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik
2. Penghasilan di kota lebih tinggi
3. Kehidupan di kota lebih modern dan menarik
4. Terdapat banyaknya hiburan di kota dibandingkan di desa
5. Di kota Pendidikan & Fasilitasnya lebih baik dari pada di desa.
Faktor Pendorong terjadinya Urbanisasi
1. Sempitnya lahan pekerjaan di desa
2. Lingkungan desa yang bersifat kaku
3. Ingin mencoba mengadu nasib di kota
5. Ingin mendapatkan pendidikan yang lebih lengkap dan memadai.
Dengan demikian dapat di lihat faktor utama yang menjadi pendorong dan penarik terjadinya proses Urbanisasi adalah faktor Ekonomi. Selain itu kurang meratanya pembangunan dan lapangan pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintah sehingga membuat masyarakat desa sulit untuk memenuhi keperluan sehari-harinya.
a.Dampak positif Urbanisasi
1. Urbanisasi dapat meningkatkan kemampuan seseorang (skill) karena mereka dituntut untuk memiliki multitalented.
2. Tenaga kerja yang dibutuhkan dapat terpenuhi, dimana banyak industri, perdagangan dan lain-lain yang membutuhkan tenaga kerja, dan dengan adanya urbanisasi maka kebutuhan tenaga kerja teratasi.
3. Dengan adanya urbanisasi dapat meningkatkan taraf hidup seseorang, karena mereka dapat hidup yang lebih baik dengan sarana dan prasarana yang mendukung di kota besar.
b.Dampak Negatif Urbanisasi
1. Tidak sedikitnya penduduk yang melakukan urbanisasi datang hanya untuk mengadu nasib, sehingga mereka tidak memiliki modal kemampuan (skill) yang dibutuhkan karena mereka hanya bermodalkan tekad yang kuat. Sehingga dapat meningkatkan jumlah pengangguran serta kemiskinan.
2. Banyaknya jumlah yang melakukan urbanisasi sehingga tidakter kontrolnya sarana dan prasarana yang tersedia. Dampaknya adalah tidak adanya tempat tinggal yang memadai.
3. Banyaknya jumlah urbanisasi mengakibatkan jumlah penduduk di desa semakin menipis. Sehingga, banyak lahan kosong yang tidak dimanfaatkan karena tenaga kerja yang ada lebih memilih untuk pergi ke kota.
4. Masih berhubungan dengan jumlah pengangguran yang semakin meningkat, dapat mengakibatkan kesejahteraan masyarakat pun semakin berkurang. Karena mereka tidak memiliki pendapatan yang tetap sedangkan kebutuhan hidup terutama di kota besar sangat besar pula.
5. Karena terjepit masalah pendapatan bagi mereka yang pengangguran, kebanyakan dari mereka pun memilih untuk menjadi pengamen ataupun pengemis dijalanan. Hal ini dapat membuat petugas keamanan menjadi kewalahan menghadapi mereka.
6. Kehidupan di kota besar yang keras apabila dibandingkan dengan kehidupan di desa, membuat para urban yang belum memiliki pengalaman kerap kali salah memilih pergaulan, tidak sedikit bagi mereka yang terjerumus kedalam dunia malam, mengenal obat-obatan terlarang dan menjadi preman maupun tindak kriminal lainnya yang dapat membuat resah penduduk.
Oleh sebab itu masalah urbanisasi bukan merupakan masalah kecil sehingga pemerintah telah mengambil beberapa tindakan-tindakan guna mengatasi masalah penduduk tersebut antara lain :
a. Membuat atau mendirikan Departemen Perumahan.
b. Melatih warga masyarakat yang produktif dan memberikan keterampilan sehingga mereka mampu membuka lapangan usaha sendiri.
c. Mulai mengembangkan kegiatan di bidang agraris misalnya berladang atau menggarap lahan milik orang lain.
d. Mencegah timbulnya urbanisasi dengan cara menaikkan tingkat penghasilan di desa, membuat uasaha-usaha kerajinan yang hasilnya dapat dipasarkan di kota.
e. Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat.
B. Masyarakat Kota
Yang di maksud dengan masyarakat perkotaan ( urban community) adalah masyarakat yang tidak tertentu jumlah penduduknya .
Masyarakat kota merupakan masyarakat yang anggota-anggotanya terdiri dari berbagai lapisan atau tingkatan hidup, pendidikan, dan kebudayaan yang beragam. yang mana menurut seojono soekanto masyarakat ini terwujud karna adanya urbanisasi dari masyarakat desa.
Menurut Max Weber, masyarakat kota adalah masyarakat yang dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal ,
Menurut pendapat Wirth, masyarakat kota adlah suatu pemukiman yang relatif besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang berkedudukan sosial.
Masyarakat kota telah banyak meninggalkan sifat keaslian bangsa, karna di pengaruhi oleh kebudayaan asing, kemajuan teknologi, dan perkembangan zaman. Harus di akui bahwa perkembangan masyarakat perkotaan lebih pesat di banding pedesaan karna sikap hidup dan prinsip pandangan hidupnya lebih praktis tidak bertele-tele, rasional dan tidak terikat pada adat kebiasaan.
Ciri-ciri masyarakat kota:
a. Kehidupan keagamaan berkurang bila di bandingkan masyarakat desa.
b. Orang kota umumnya bisa mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung dengan orang lain.(individualis).
c. Pembagian kerja di antara warga kota juga lebih tegas dan punya batas-batas nyata.
d. Interaksi yang terjadi lebih kepada factor kepentingan dari pada factor pribadi.
e. Lebih mudah menerima dan senang mengikuti perkembangan zaman, sehingga perubahan-perubahan tersebut tampak jelas .
f. Memiliki teknologi yang rasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
g. Memiliki sarana komunikasi yang lengkap .
BAB III
P E N U T U P
a. Kesimpulan
Dari segi sosiologi urbanisasi dapat menimbulkan lapisan-lapisan sosial masyarakat dan juga masalah sosial masyarakat yang akan menambah berbagai corak kehidupan perkotaan.
Faktor penarik terjadinya Urbanisasi
1. Kota memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik
2. Penghasilan di kota lebih tinggi
3. Kehidupan di kota lebih modern dan menarik
4. Terdapat banyaknya hiburan di kota dibandingkan di desa
5. Di kota Pendidikan & Fasilitasnya lebih baik dari pada di desa
Masyarakat kota merupakan masyarakat yang anggota-anggotanya terdiri dari berbagai lapisan atau tingkatan hidup, pendidikan, dan kebudayaan yang beragam. yang mana menurut seojono soekanto masyarakat ini terwujud karna adanya urbanisasi dari masyarakat desa.
b. Saran
Kami menyadari dalam makalah kami terdapat banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mengharapkan masukan-masukan dari dosen Pembimbing dan teman-teman yang bersifat membangun guna kelengkapan dalam makalah yang selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Sutrisno Hadi, Urbanisasi dan Permasalahannya, Jakarta, Rajawali Press 1987
Soejono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar, Ed. Baru 4, Cet. 23. Jakarta: PT. Grafindo Persada 1997.
Drs.M. Cholil Mansyur SH. Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa, Usaha Nasional. Surabaya Indonesia 1986.
Dra. Siti Warida Q. Dkk. Sosiologi 2 untuk smu kelas 3 semester 1 dan 2, Jakarta, Sinar Grafika Offset, Cet ke 2, 2004.
http://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi
Langganan:
Komentar (Atom)